Selasa, 24 Januari 2012

My Motivations

29 Maret 2011 : Belajar bisa didapatkan sepenuhnya jika kita memahami "apa itu sekolah?"

12 Januari 2012 : Ilmu adalah air kehidupan

14 Januari 2012 : Semua orang itu cakep, namun yang membuatnya terlihat "lebih" dari yang lain adalah ilmu dan akhlaknya

17 Januari 2012: Kita tidak perlu menjadi sosok sepertinya agar terlihat sempurna, namun kita cukup menjadi salah seorang yang disayanginya untuk menuju kesempurnaan itu.

17 Januari 2012: Menuju kesempurnaan yang sempurna

17 Januari 2012 : Kasih sayang itu bisa didapatkan dengan mengasihi

17 Januari 2012 : Jangan takut kehilangan kasih sayang dari orang lain, namun berusahalah agar orang lain takut kehilangan kasih sayang dari kita

17 Januai 2012 : Jangan pernah meminta esok hari datang lebih cepat jika hari ini belum dijalankan dengan baik

23 Januari 2012 : Sesungguhnya yang sangat menyenangkan itu adalah prosesnya, bukan hasilnya

Be Your Self

jangan jadi pengecut..
bila suatu saat kamu akan menghadapi bahaya besar

jangan jadi kertas..
bila suatu saat kamu akan dicoret

jangan jadi kaca..
bila suatu saat kamu akan pecah

jangan jadi kapas..
bila suatu saat kamu akan diterbangkan angin

jangan jadi putri malu..
bila suatu saat kamu akan menguncup jika disentuh

jangan jadi balon..
bila suatu saat kamu akan meletus

jangan jadi kain..
bila suatu saat kamu akan sobek

jangan jadi badut..
bila suatu saat takkan ada lagi orang yang senang padamu

jangan jadi batu..
bila suatu saat kamu akan lapuk

dan jangan jadi orang lain..
BILA SUATU SAAT KAMU AKAN LEBIH DARI ORANG ITU!

Mimpi Itu Indah

setiap orang boleh bermimpi..
sekalipun ia tak memiliki daya imajinasi yang kuat

setiap orang boleh bermimpi..
sekalipun ia merasa tak mampu untuk mewujudkannya

setiap orang boleh bermimpi..
sekalipun ia tak memiliki rumah dan harta benda

setiap orang boleh bermimpi..
sekalipun ia dalam kondisi yang hina

setiap orang boleh bermimpi..
sekalipun negerinya hancur terpecah belah

setiap orang boleh bermimpi..
sekalipun ia tengah diterpa musibah

dan setiap orang boleh bermimpi..
UNTUK MENCOBA MENJADI PEMIMPI SEJATI :)

Pemimpin Dunia

aku ingin menguasai dunia..

bukan sebagai orang yang kaya akan ilmu-ilmu dunia,

tetapi juga kaya akan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan Tuhanku.

aku ingin menguasai dunia..

bukan sebagai presiden Am-Rik,

tetapi sebagai Dita Ramadhanti yang seutuhnya.

aku ingin menguasai dunia..

bukan karena kekuasaan dan harta kekayaan,

tetapi karena ingin mendapat ridho dari-Nya.

aku ingin menguasai dunia..

bukan karena ingin disegani dan dikenang selalu,

tetapi karena ingin menikmati kasih-sayang-Nya.

Sejarah April Mop

Oleh: Busyrol Karim

Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, halloween: So What?”

Sejarah April Mop

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka Mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang Telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

SPECIAL FOR AKHWAT

Kalau cewek mempercantik diri dengan memamerkan auratnya….
Akhwat justru mempercantik diri dengan menutup segala auratnya….

Kalau cewek menyibukkan diri dengan pergi salon….
Akhwat justru menyibukkan diri dengan pergi berdakwah….

Kalau cewek tempat favoritnya adalah mall….
Akhwat justru tempat favoritnya adalah masjid….

Kalau cewek hobinya dengar lagu-lagu pop….
Akhwat justru hobinya dengar lagu-lagu nasyid….

Kalau cewek sering nangis karena masalahnya dengan pacar….
Akhwat justru sering nangis karena masalahnya atas dosa-dosanya….

Kalau cewek cinta mati sama cowoknya….
Akhwat justru mati sama Allah….

Kalau cewek sanggup membaca novel setebal apapun dalam waktu singkat…..
Akhwat justru sanggup membaca Al-Qur’an sampai khatam dalam waktu singkat….

Kalau cewek berlomba-lomba untuk mengejar trend dan fashion….
Akhwat justru berlomba-lomba untuk mengejar ilmu dan amal….
Akhwat….
Engkaulah makhluk yang paling mulia di depan Tuhanmu….
Engkau korbankan hidupmu demi menjunjung tinggi agamamu….
Tak peduli seberat apapun rintangan yang ada dihadapanmu….
Karena engkau hanya memerdulikan penderitaan di neraka ….
Tak peduli semurka apapun manusia karena kehormatanmu….
Karena engkau hanya memerdulikan murka Tuhanmu di akhirat ….
Tak peduli apapun kata manusia atas dakwahmu….
Karena engkau hanya memerdulikan manusia itu kelak di hadapan Allah….

Wahai akhwat….
Raihlah ridho-Nya seperti yang telah dilakukan oleh para mukminah-mukminah terdahulu.
Raihlah cinta-Nya seperti yang telah dilakukan oleh para mukminah-mukminah terdahulu.

Akhwat….
Tangismu adalah penyejuk bagi kalbumu….
Tangismu mampu membuat hati orang yang keras menjadi lunak tatkala melihat air matamu….
Tangismu mampu menjadi obat bagi hidupmu….

Akhwat….
Jagalah hijabmu….
Karena setiap kaum adam akan terdorong syahwatnya saat melihat auratmu….
Jagalah pandanganmu….
Karena itu bisa menjadi panah bagi hatimu…..
Jagalah ucapanmu….
Karena itu bisa menjadi api bagi dirimu sendiri….
Jagalah tingkahmu….
Karena itu adalah mutiaramu….

Akhwat….
Engkau sangat berharga dunia dan akhirat….
Jangan jadikan dirimu rendah di hadapan manusia….
Jangan obralmu dirimu hanya karena duniawi….

ALLAHU AKBAR!!!

Minggu, 15 Januari 2012

Sungguh, Aku Mencintai Mereka Karena Allah


            Mereka adalah saudaraku yang baru kutemukan sejak aku mengenal FSRMM (Forum Silahturrahim Remaja Masjid Muthmainah), sebuah organisasi berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dalam menegakkan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ke tengah-tengah umatnya yang sedang sibuk dalam peradaban dunia yang tidak pernah berujung saat ini.
Aku mencintai mereka. Tidak pernah aku merasa seberuntung ini bisa mengenal mereka. Tak pernah aku merasa begitu dalam cinta, kasih, dan rindu ini terhadap mereka. Merekalah mutiara hatiku. Yang telah membantuku untuk melangkah ke arah yang benar. Ke arah yang mempertemukanku dengan makna kehidupan yang sebenarnya. Ke arah yang mempertemukanku dengan Rabb Yang Maha Sempurna. Sungguh, aku tak tahu kemana kaki ini akan tertuju jika dulu aku tak pernah melihat mereka. Kemana jiwa ini akan bertaut jika dulu aku tak pernah mendengar nama mereka. Bagaimana hidup ini akan berjalan jika dulu aku tak pernah berbicara dengan mereka. Merekalah semangatku. Semangat untuk terus mencintai saudara seimanku sendiri. Semangat untuk kembali menegakkan tiang-tiang islam yang sudah runtuh dikalangan remaja saat ini. Semangat untuk terus menitik kehidupan dengan sangat bermakna.
Sungguh, aku ingin persaudaraan ini diridhoi oleh Allah. Aku ingin cinta ini berada di bawah naungan-Nya agar aku bisa miliki mereka seutuhnya, murni, tanpa cacat. Aku ingin bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka kembali dikehidupan yang kekal di akhirat sana. Memang aku bukanlah manusia yang sempurna. Bahkan kesempurnaan pun sangat jauh dari diriku. Aku hanyalah perempuan yang sedang menggapai mimpi. Yang sedang mencoba untuk menuntun jiwaku ke arah yang diperintahkan oleh Tuhanku, Allah azza wa jalla. Aku akan selalu mencoba untuk menjadi pribadi yang terbaik. Walau terkadang diri ini merasa penat untuk menjadi yang sempurna, namun merekalah yang membuatku untuk terus bertahan. Merekalah obatku dikala sakit. Merekalah bungaku dikala sedih. Merekalah permataku dikala gusar. Dan merekalah matahariku dikala aku sedang merasakan senang. Aku ada karena mereka disisiku. Aku mencintai mereka karena mereka juga mencintaiku. Dan aku juga ingin Allah mencintai mereka seperti aku mencintai mereka dan diriku sendiri.
Mereka adalah keluargaku secara batin. Ikatan ukhuwah yang telah terikat satu sama lain membuat kekeluargaan ini berada di atas segalanya. Tak ada yang dapat memutuskan, menghilangkan, bahkan membeli ikatan ini. Aku sudah tidak peduli bagaimana kekurangan mereka. Karena manusia memang diciptakan tidak ada yang sama. Seperti pelangi yang dapat terlihat begitu indah karena perbedaan warnanya serta dapat terbentuk setelah terjadinya guntur dan hujan.
            Semua kejadian yang kami alami penuh suka cita dan duka cita, bagaikan hujan yang turun sebagai rahmat dari Allah dan guntur sebagai azab dari Allah. Semua itu terjadi agar kita sebagai umat islam mampu melihat bagaimana kekuasaan-Nya, bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita, serta tidak sombong atas apa yang kita miliki, karena sesungguhnya kita tidak memiliki daya apapun selain dari-Nya.

Pemuda Muslim Berkualitas Sebagai Harapan Umat


Oleh : Drs.H. Muchtar Ali, M.Hum

Perubahan dan pergantian zaman merupakan sunnatullah. Oleh karena itu dalam kehidupan kita ini terjadi pergantian generasi dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Masa depan agama, bangsa dan negara salah satunya ditentukan pada hari ini, karena itu setiap kita punya tanggung jawab menghadapi hari esok, yang bisa jadi zamannya sangat berbeda dengan zaman yang kita alami, bahkan tantangan masa depan bisa jadi amat berbeda dengan yang kita hadapi sekarang. Oleh karena itu agama Islam memerintahkan agar kita mempersiapkan generasi atau pemuda dengan sebaik-baiknya.
Rasulullah SAW, memiliki banyak sahabat yang lebih muda dari beliau, bahkan banyak yang jauh lebih muda dari beliau. Ali bin Abi Thalib salah satu pemeluk Islam yang paling awal. Beliau memeluk Islam atas keinginannya sendiri ketika berusia 8 tahun, Beliau senantiasa berada di samping Rasulullah. Beliau juga menyertai Rasulullah SAW pada saat bertemu dengan 40 pemuka Quraisy, yang merupakan tokoh-tokoh paling berpengaruh di masyarakat pada waktu itu. Pada pertemuan itu Rasulullah menyeru mereka untuk masuk Islam, tetapi mereka menolak seruan tersebut. Pada saat itu Ali ra. berdiri di sisi Rasulullah sembari memandang kepada semua yang hadir, kemudian berkata : “Aku beriman kepadanya, dan aku menjadi penolongnya”. Arqam bin Abi Arqam, Usman bin Umair dan sebagainya. Ja’far bin Abi Thalib yang berani berdiri di depan Raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia) untuk mewakili dan membela kaum muslimin, padahal ketika itu ia baru berusia 20 tahun. Masih banyak lagi contoh pemuda pemudi muslim yang mampu memberikan konstribusi yang besar kepada Islam dan berprestasi tinggi semata-mata mencari ridha Allah SWT. 
Perhatian Islam yang besar terhadap generasi muda menunjukkan bahwa masa muda merupakan masa yang sangat penting dan masa yang paling berharga. Generasi muda merupakan rahasia kekuatan suatu umat, tiangnya kebangkitan, kebanggaan dan kemuliaan. Di atas pundak merekalah masa depan umat terpikul, karena pemuda memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari segi keberanian, kecerdasan, semangat, maupun dari kekuatan jasmaninya.
“Berikan 10 orang pemuda dan aku akan mampu memindahkan sebuah gunung dan berikan aku 100 orang pemuda maka aku akan dapat menggerakkan dunia” pernyataan populer tersebut ditegaskan Bapak Proklamator Republik Indonesia Bung Karno mengenai arti pentingnya posisi pemuda.
Sosok pemuda mempunyai nilai sejarah tersendiri. Peran pemuda Indonesia senantiasa ada pada lini terdepan dalam sejarah bangsa. Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamsi Kemerdekaan R.I 1945, Perubahan dari Orde Lama ke Orde Baru 1966, dari Orde Baru ke Orde Reformasi 1988. Bahkan masyarakat Internasional menyadari arti penting dan nilai strategis pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) dalam pembangunan.
Pada periode lahirnya syari’at Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, generasi muda memegang peranan yang sangat penting dalam menyebarluaskan dakwah Islamiyah, karenanya jangan lewatkan masa muda untuk hal-hal yang tak ternilai di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita untuk menghasilkan generasi Islam yang berkualitas Islami.
Paling tidak, ada empat hal yang menjadi kriteria dari profil pemuda muslim yang berkualitas, yaitu :

I. Pertama, Pemuda yang memiliki aqidah yang benar. Akidah Islam tegak berdasarkan peng-Esaan kepada Allah, mengakui-Nya sebagai Tuhan, penguasa, pencipta, pemberi rizki, pemilik langit, bumi dan seisinya serta satu-satunya Zat yang akan menghidupkan kembali yang akan memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya, dan inti dari akidah adalah Tauhid

Tauhid menjadi misi utama para nabi dan rasul serta para shalih terdahulu yang tidak boleh dilupakan. Apa yang dilakukan oleh Yaqub as ketika hampir wafat, patut kita teladani dalam mempersiapkan pemuda sebagai generasi penerus. Waktu itu, Yaqub bertanya kepada anak-anaknya, “Apa yang akan kalian sembah sepeninggalanku?” semua anak-anaknya menjawab, kami akan menyembah Tuhanmu, Tuhan bapak-bapakmu-Ibrahim, Ismail, Ishak yakni Allah SWT dan kami berserah diri kepada-Nya (kisah ini diabadikan dalam QS. 2 Al Baqarah : 133).
Demikian pula pengajaran Lukman kepada anaknya yang diabadikan dalam Al-Qur’an yang artinya : Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. 31 Lukman : 13).
Dasar pendidikan akhlak bagi seorang pemuda adalah akidah yang benar, karena akhlak tersarikan dari akidah dan pancaran darinya. Oleh karena itu jika seorang pemuda berakidah dengan benar, niscaya akhlaknya pun akan benar, baik dan lurus. Begitu pula sebaliknya, jika akidahnya salah dan melenceng, maka akhlaknya pun akan tidak benar.Dalam satu hadits Rasulullah SAW bersabda : اَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ اِيْمَانًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا “Mukmin yang sempurna imannya, adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Turmudzi dari Abi Hurairah).

II. Kedua, menempa diri dengan memiliki ilmu dan tsaqafah Islam. Kita semua terutama pemuda hendaklah senantiasa menempa diri dan secara terus-menerus mencari ilmu dan mengamalkannya. Tanpa ilmu pemuda akan tertinggal. Islam mengajak manusia untuk menguasai ilmu, dalam ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang artinya : “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS. 96 Al-‘Alaq : 1-4).

Betapa pentingnya ilmu bagi seorang pemuda, Rasul yang mulia senantiasa memotivasi umatnya untuk belajar dan membaca. Ada baiknya kita menelaah kembali kisah seorang pemuda yang usianya belum genap tiga belas tahun berjalan mendekati barisan pasukan muslim dengan membawa sebilah pedang ia mendatangi Rasulullah dan berkata, “Ya Rasulullah, aku membaktikan hidupku kepadamu. Izinkan aku untuk pergi bersamamu dan memerangi musuh-musuh Allah di bawah panji-panjimu”.
Rasulullah yang mulia memandang anak tersebut dengan penuh kekaguman dan menepuk pundaknya. Beliau memuji keberaniannya, tetapi menolaknya untuk bergabung dengan pasukan muslim. Anak muda itu (Zaid bin Tsabit ra.) Rasulullah pun kemudian memberikan tugas kepadanya. “Zaid pergilah belajar tulisan Yahudi”. Zaid kemudian belajar bahasa Ibrani. Maka kemudian ia sangat fasih berbahasa Ibrani dan menjadi sekretaris Rasulullah SAW. Rasulullah juga memerintahkan Zaid untuk belajar bahasa Syria. Demikian Zaid mempunyai fungsi penting ketika Rasulullah berunding dan berkomunikasi dengan bangsa-bangsa yang tidak bisa bahasa Arab.

III. Ketiga, dari ciri pemuda yang diharapkan di dalam Islam adalah memiliki keterampilan dalam berbagai hal untuk dimanfaatkan dalam kebaikan dan kebenaran dalam upaya mencapai kemajuan diri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara. Pada masa Rasulullah SAW para sahabat telah menunjukkan kemampuan yang terampil dalam berbagai hal, ada yang terampil dalam berdagang, berperang dan sebagainya yang semua ini tentu saja amat berguna.

Kepada mereka yang memang terampil, Rasulullah SAW sendiri tidak segan-segan memberi penghargaan dan amanah guna mengembangkan keterampilannya itu. Maka ketika Usamah bin Zaid telah menunjukkan keterampilannya yang luar biasa dalam berperang, beliau tidak segan-segan mengangkatnya menjadi panglima perang meskipun umurnya baru 17 tahun, sementara Mush’ab bin Umair yang terampil dalam dakwah, ditugaskan beliau untuk dakwah ke Yatsrib (Madinah).

IV. Keempat, memiliki tanggung jawab, Di antara bukti kebenaran dan kemuliaan nilai-nilai Islam adalah adanya tuntutan tanggung jawab dari setiap individu atas semua perbuatannya. Diferensiasi yang hakiki antara manusia adalah dengan mengukur rasa tanggung jawab serta kemauan untuk menanggung akibat dari perbuatan yang dilakukan.

Prinsip tanggung jawab ini merupakan salah satu prinsip yang ditetapkan dalam Al Qur’an dalam sejumlah ayatnya :كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ. “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya” (QS. 74 Al Mudatsir : 38).
Pada prinsipnya tanggung jawab ini mencakup kepada tiga hal, yaitu; tanggung jawab pemuda sebagai seorang individu, tanggung jawab sebagai anggota masyarakat, tanggung jawab sebagai bagian dari umat. Menunaikan kewajiban terhadap umat Islam yang tersebar di seluruh belahan dunia dan dalam setiap bidang kehidupan. Ketiga, tanggung jawab tersebut dengan segala cakupannya menurut DR. Ali Abdul Halim Mahmud mantan Syeikh Al Azhar dalam kitabnya At-Tarbiyah al-Khuluqiyah dengan edisi Indonesia “Akhlak mulia” menegaskan bahwa meninggalkan ketiga kewajiban ini merupakan keburukan yang dicela oleh Islam. Ketiga tanggung jawab tersebut sangat sesuai dengan nilai-nilai kemasyarakatan dan nilai-nilai kemanusiaan atau humanisme.
Untuk mewujudkan pemuda yang berkualitas itu, maka paling tidak ada tiga institusi yang mempunyai pengaruh sangat efektif, yaitu :
a. Keluarga, dalam pengertian sempit mencakup kedua orang tua, saudara dan kerabat. Dalam pengertian luas mencakup teman, tetangga, masyarakat secara keseluruhan.
b. Masjid, memberi pengaruh yang baik bagi jiwa orang-orang dalam berhubungan dengan sang Pencipta.
c. Sekolah, meliputi unsur-unsur yang ada di dalamnya, buku, peralatan, methode, gedung dan hal-hal yang mempengaruhi murid.

Para pemuda sangat dituntut untuk mempersiapkan dirinya guna menyongsong masa depan agama, bangsa dan negara yang cerah, dan mempersiapkannya memerlukan perhatian dan kerja sama yang serius.

Surat Untuk Kata Hati

Semua orang mengaguminya
Aku tahu itu
Bahkan senyumku pun tak lepas kala melihat dirinya
Dia wanita bak mutiara tak tersentuh
Tertata rapi dalam dekapan cahaya-Nya
Binar matanya bagai bulan purnama di malam hari
Dia begitu indah
Menarik hati siapa pun yang memandang
Terkadang membuatku iri
Terkadang pula membuatku malu
Aku ingin sepertinya
Semakin kumencoba semakin kutak mampu menjadi sosok sepertinya
Sosok yang syahdu bertemankan cinta dan rindu terhadap Illahi
Aku tak mampu
Cukuplah menjadi diriku sendiri yang tiada arti
Lama kutermenung
Ya!
Aku harus percaya
Percaya bahwa kusanggup
Percaya bahwa kubisa
Walau tak mampu sepertinya
Namun aku yakin bahwa diri ini lebih dari cukup