Minggu, 15 Januari 2012

Sungguh, Aku Mencintai Mereka Karena Allah


            Mereka adalah saudaraku yang baru kutemukan sejak aku mengenal FSRMM (Forum Silahturrahim Remaja Masjid Muthmainah), sebuah organisasi berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dalam menegakkan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ke tengah-tengah umatnya yang sedang sibuk dalam peradaban dunia yang tidak pernah berujung saat ini.
Aku mencintai mereka. Tidak pernah aku merasa seberuntung ini bisa mengenal mereka. Tak pernah aku merasa begitu dalam cinta, kasih, dan rindu ini terhadap mereka. Merekalah mutiara hatiku. Yang telah membantuku untuk melangkah ke arah yang benar. Ke arah yang mempertemukanku dengan makna kehidupan yang sebenarnya. Ke arah yang mempertemukanku dengan Rabb Yang Maha Sempurna. Sungguh, aku tak tahu kemana kaki ini akan tertuju jika dulu aku tak pernah melihat mereka. Kemana jiwa ini akan bertaut jika dulu aku tak pernah mendengar nama mereka. Bagaimana hidup ini akan berjalan jika dulu aku tak pernah berbicara dengan mereka. Merekalah semangatku. Semangat untuk terus mencintai saudara seimanku sendiri. Semangat untuk kembali menegakkan tiang-tiang islam yang sudah runtuh dikalangan remaja saat ini. Semangat untuk terus menitik kehidupan dengan sangat bermakna.
Sungguh, aku ingin persaudaraan ini diridhoi oleh Allah. Aku ingin cinta ini berada di bawah naungan-Nya agar aku bisa miliki mereka seutuhnya, murni, tanpa cacat. Aku ingin bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka kembali dikehidupan yang kekal di akhirat sana. Memang aku bukanlah manusia yang sempurna. Bahkan kesempurnaan pun sangat jauh dari diriku. Aku hanyalah perempuan yang sedang menggapai mimpi. Yang sedang mencoba untuk menuntun jiwaku ke arah yang diperintahkan oleh Tuhanku, Allah azza wa jalla. Aku akan selalu mencoba untuk menjadi pribadi yang terbaik. Walau terkadang diri ini merasa penat untuk menjadi yang sempurna, namun merekalah yang membuatku untuk terus bertahan. Merekalah obatku dikala sakit. Merekalah bungaku dikala sedih. Merekalah permataku dikala gusar. Dan merekalah matahariku dikala aku sedang merasakan senang. Aku ada karena mereka disisiku. Aku mencintai mereka karena mereka juga mencintaiku. Dan aku juga ingin Allah mencintai mereka seperti aku mencintai mereka dan diriku sendiri.
Mereka adalah keluargaku secara batin. Ikatan ukhuwah yang telah terikat satu sama lain membuat kekeluargaan ini berada di atas segalanya. Tak ada yang dapat memutuskan, menghilangkan, bahkan membeli ikatan ini. Aku sudah tidak peduli bagaimana kekurangan mereka. Karena manusia memang diciptakan tidak ada yang sama. Seperti pelangi yang dapat terlihat begitu indah karena perbedaan warnanya serta dapat terbentuk setelah terjadinya guntur dan hujan.
            Semua kejadian yang kami alami penuh suka cita dan duka cita, bagaikan hujan yang turun sebagai rahmat dari Allah dan guntur sebagai azab dari Allah. Semua itu terjadi agar kita sebagai umat islam mampu melihat bagaimana kekuasaan-Nya, bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita, serta tidak sombong atas apa yang kita miliki, karena sesungguhnya kita tidak memiliki daya apapun selain dari-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar