Mereka adalah saudaraku yang baru
kutemukan sejak aku mengenal FSRMM (Forum Silahturrahim Remaja Masjid
Muthmainah), sebuah organisasi berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dalam menegakkan
agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ke
tengah-tengah umatnya yang sedang sibuk dalam peradaban dunia yang tidak pernah
berujung saat ini.
Aku
mencintai mereka. Tidak pernah aku merasa seberuntung ini bisa mengenal mereka.
Tak pernah aku merasa begitu dalam cinta, kasih, dan rindu ini terhadap mereka.
Merekalah mutiara hatiku. Yang telah membantuku untuk melangkah ke arah yang
benar. Ke arah yang mempertemukanku dengan makna kehidupan yang sebenarnya. Ke
arah yang mempertemukanku dengan Rabb Yang Maha Sempurna. Sungguh, aku tak tahu
kemana kaki ini akan tertuju jika dulu aku tak pernah melihat mereka. Kemana
jiwa ini akan bertaut jika dulu aku tak pernah mendengar nama mereka. Bagaimana
hidup ini akan berjalan jika dulu aku tak pernah berbicara dengan mereka.
Merekalah semangatku. Semangat untuk terus mencintai saudara seimanku sendiri.
Semangat untuk kembali menegakkan tiang-tiang islam yang sudah runtuh
dikalangan remaja saat ini. Semangat untuk terus menitik kehidupan dengan sangat
bermakna.
Sungguh,
aku ingin persaudaraan ini diridhoi oleh Allah. Aku ingin cinta ini berada di bawah
naungan-Nya agar aku bisa miliki mereka seutuhnya, murni, tanpa cacat. Aku
ingin bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka kembali dikehidupan yang kekal
di akhirat sana. Memang aku bukanlah manusia yang sempurna. Bahkan kesempurnaan
pun sangat jauh dari diriku. Aku hanyalah perempuan yang sedang menggapai
mimpi. Yang sedang mencoba untuk menuntun jiwaku ke arah yang diperintahkan
oleh Tuhanku, Allah azza wa jalla. Aku akan selalu mencoba untuk menjadi
pribadi yang terbaik. Walau terkadang diri ini merasa penat untuk menjadi yang
sempurna, namun merekalah yang membuatku untuk terus bertahan. Merekalah obatku
dikala sakit. Merekalah bungaku dikala sedih. Merekalah permataku dikala gusar.
Dan merekalah matahariku dikala aku sedang merasakan senang. Aku ada karena
mereka disisiku. Aku mencintai mereka karena mereka juga mencintaiku. Dan aku
juga ingin Allah mencintai mereka seperti aku mencintai mereka dan diriku
sendiri.
Mereka
adalah keluargaku secara batin. Ikatan ukhuwah yang telah terikat satu sama
lain membuat kekeluargaan ini berada di atas segalanya. Tak ada yang dapat
memutuskan, menghilangkan, bahkan membeli ikatan ini. Aku sudah tidak peduli
bagaimana kekurangan mereka. Karena manusia memang diciptakan tidak ada yang
sama. Seperti pelangi yang dapat terlihat begitu indah karena perbedaan
warnanya serta dapat terbentuk setelah terjadinya guntur dan hujan.
Semua kejadian yang kami alami penuh
suka cita dan duka cita, bagaikan hujan yang turun sebagai rahmat dari Allah
dan guntur sebagai azab dari Allah. Semua itu terjadi agar kita sebagai umat
islam mampu melihat bagaimana kekuasaan-Nya, bersyukur atas segala nikmat yang
telah dilimpahkan kepada kita, serta tidak sombong atas apa yang kita miliki,
karena sesungguhnya kita tidak memiliki daya apapun selain dari-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar